Dengkul kopong di usia muda, bisa mitos, bisa bukan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai mitos lutut kopong.
apa sih lutut kopong?
sudah jadi mitos masyarakat kalau dalam istilah medisnya itu kita sebutnya osteoarthritis.
jadi osteoarthritis ini adalah suatu penyakit degeneratif pada persendian,
jadi tidak hanya melulu pada lutut tapi bisa pada sendi, sendi panggul sendi-sendi, jari jari, itu juga bisa memang paling sering terjadi pada lutut.
Makanya banyak orang awam berkata bahwa lutut kopong.
yang padahal itu adalah osteoarthritis kalau ke SMA banyak kayak temen-temen mungkin temen-temen kita mungkin kaya saling mengejek satu sama lain kalau habis masturbasi atau lutut kopong atau karena keseringan masturbasi.
setelah mastrubasi sperma yang keluar itu akan mengambil dan bahan kalsium yang ada di persendian atau dicairkan sendiri, Makanya jadinya Jadi kopong.
padahal itu tidak ada hubungannya jadi tidak jadi karena osteoarthritis ini adalah suatu penyakit degenerative.
di generatif ini ada 2 Penyakit yang berhubungan dengan usia jadi semakin bertambahnya usia seseorang yang kita ini bisa semakin memperberat atau memperkeruh kondisinya.
Jadi yang pertama adalah faktor usia
yang faktor-faktor lainnya yang paling tinggi adalah obesitas atau kegemukan seluruh bagian tubuh, sehingga badan menjadi berat.
karena kegemukan jadi kita bilangnya tumpuan pada sendi-sendi juga mengalami tekanan yang berat , Oleh karena itu juga lebih rentan untuk terkena osteoarthritis.
ketiga juga bisa terjadi trauma, jadi bisa lihat langsung pada pemain-pemain atau atlet sepak bola itu biasanya mungkin paling sering mengalami cedera di lutut. itu juga bisa salah satu menyebabkan osteoarthritis
penyebab ke empat juga bisa karena genetic ke turunan.
kalau yang kelima bisa juga disebabkan karena kelemahan otot otot yang ada di sekitarnya.
jadi kalau kalau misalnya lutut otot-otot yang menyanggah atau mensuport lutut adalah otot otot paha dan otot betis bagian.
apabila otot-otot tersebut mengalami kelemahan sendi, sendi di lutut itu juga lebih rentan terkena.
penyebab-penyebab ini bisa seperti infeksi dan lain-lain dan masih banyak sih penyebab lainnya tapi enggak ada memang karena faktor usia.

Start the Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*